Tampilkan postingan dengan label Hongkong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hongkong. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Juli 2013

Cerita Kuliner Trip: 1 Day Hongkong City Tour extended - nuraisya blog

Setelah selesai bermain dan berkeliling di Ocean Park, kami pun segera berangkat menuju The Peak puncaknya Hongkong. Di sana juga terdapat Museum Madame Tussauds, yang merupakan tujuan tambahan dari 1 Day City Tour yang kami ambil hari itu. Harga tiket masuk nya HK$190, sekitar Rp.237.500. Nah, tempat wisata yang satu ini merupakan ajang bernarsis ria terutama buat yang punya idola tokoh-tokoh terkenal dunia dan juga artis-artis Hongkong dan Hollywood. Peringatan, untuk bisa berfoto bersama dengan tokoh yang lagi hit alias nge-trend harus siap untuk mengantri karena pengunjung museum ini selalu padat baik di hari kerja sekalipun. Tapi jangan kuatir masih banyak tokoh terkenal lainnya yang siap menemani kita berpose bersama layaknya berfoto bersama orang aslinya. Yuk kita keliling... Ooo iya di museum ini juga ada lorong khusus yang lebih gore, katanya sih berisi ruang penyiksaan dan sebagainya gitu. Berhubung penulis nyalinya belum cukup besar untuk masuk ke situ jadi ceritanya cukup sampai di sini dulu ya (ga ada yang mo nemenin masuk). Di The Peak juga bila cuaca cukup bersahabat kita bisa melihat pemandangan kota Hongkong yang tertata rapi, penuh dengan gedung-gedung pencakar langitnya yang menjulang, sayang karena terburu-buru untuk kembali jadi tidak sempat bernarsis ria di sana cukup puas merekam dengan mata saja.

Artis wanita mulai dari Teresa Teng (penyanyi angkatan nyokap) sampai dengan Lady Gaga
Ajang narsis, kapan lagi bisa berfoto dengan artis (sampai peluk-peluk juga bisa :p)
Setelah turun dari The Peak, saatnya kami berpisah dengan tour yang sudah mengantar kami berkeliling seharian penuh. Langsung dijemput oleh koko untuk lanjut ke Tsim Tsa Tsui di Selatan Kowloon, Hongkong. Lokasinya yang berada di ujung semenanjung Kowloon dan menjorok ke Pelabuhan Victoria membuat perpaduan pemandangan yang fantastik antara gedung-gedung perkantoran yang menjulang di seberang, kapal-kapal serta tongkang yang lalu lalang di perairan, komplek perbelanjaan, restoran-restoran serta Avenue of Stars. Datang ke sini di malam hari wajib hukumnya buat yang ingin menyaksikan atraksi lampu menari lengkap dengan musiknya dari gedung-gedung pencakar langit di seberang, walaupun pemandangan di siang hari tidak kalah menariknya. Saat itu kami tiba tepat jam atraksi dimulai, jadi langsunglah merapat ke pagar dermaga untuk menyaksikan dengan penuh takjub, dua kata yang terlontar keren abisss...

Pemandangan Hongkong di waktu malam
Seakan-akan semua gedung bersatu dalam harmoni, menyuguhkan pemandangan yang luar biasa
Puas sudah menyaksikan kerlap-kerlip genit dan atraksi manis dari lampu-lampu gedung, warna-warni tersebut pun perlahan digantikan kembali oleh kilau cahaya layaknya gedung perkantoran di malam hari. Kami pun melanjutkan perjalanan menyusuri dermaga, tepatnya Avenue of Stars yang dibangun sebagai bentuk penghormatan kepada dunia perfilman Hongkong. Di sepanjang Avenue of Stars terdapat cetakan tangan para artis dan sutradara terkenal Hongkong mulai dari Bruce Lee, Jacky Chan, Andy Lau, Jet Li dan masih banyak lagi. Ternyata berkunjung ke sini di malam hari cukup menyulitkan untuk mencari cap tangan artis incaran, jadi seperti mencari uang receh yang jatuh saja. Pada akhirnya fokus mencari cap Jacky Chan saja karena penasaran dengan pernyataan guide tour kami sebelumnya, kalau ukuran tangan Jacky Chan melebihi ukuran tangan orang biasa dan konon merupakan tangan hoki (membawa keberuntungan untuk pemiliknya). Beranjak dari sini saatnya mencari makan dan pulang ke rumah, yang berarti berakhir sudah tour satu hari berkeliling Hongkong. Sampai jumpa di lain kesempatan... ^.^

Patung sang legenda, Bruce Lee
Artis Hongkong nyasar berpose di cap tangan Jacky Chan yang katanya hoki itu, kali aja bisa ketularan hoki-nya hohoho

Selasa, 16 Juli 2013

Cerita Kuliner Trip: 1 Day Hongkong City Tour part 3 - nuraisya blog

23 April 2013

Setelah perut kenyang diisi dengan makanan lezat Jumbo Floating Restaurant, saatnya untuk bermain dan berkeliling ria di Ocean Park. Karena lokasinya yang berdekatan tidak butuh waktu lama untuk menuju ke sana. Walaupun judulnya taman bermain tidak serta merta isinya hanya anak-anak muda saja, wahana di Ocean Park ini mencakup semua batas usia dengan catatan masih kuat jalan jauh saja karena tempatnya luassss sekali.

Gerbang masuk Ocean Park
Di salah satu pelataran ada pertunjukkan tari dengan kostum boneka, diiringi tarian dan musik yang ceria membuat kita ingin ikut menari, kalau untuk ikut nyanyi diskip dulu karena tidak mengerti.

Atraksi tarian si kodok, dengan musik dan dialog yang ceria memikat banyak anak-anak
Dikarenakan wahana Ocean Park yang sangat banyak dan waktu yang disediakan oleh city tour untuk berkeliling sangatlah singkat (sekitar 3 jam) yang akan di-review di sini hanya wahana yang aku masuki saja. Yah, semoga besok-besok bisa dilengkapi, kalau ada rezeki untuk bisa ke Hongkong lagi. Dimulai dari yang paling dekat dari pintu masuk.

Giant Panda Adventure dari namanya saja sudah bisa tahu siapa penghuninya yaitu si Panda yang gemuk dan lagi bermalas-malasan ketika itu (baru kali ini lihat panda hidup di depan mata, ternyata besar). Selain panda  juga ada binatang-binatang Asia lainnya, seperti si linsang yang pintar dan lucu.

Panda yang sedang menyantap snack sorenya serta atraksi bersahabat dari si linsang yang lucu
Old Hongkong begitu melangkahkan kaki ke sana seperti meluncur balik dengan mesin waktu, toko-toko, poster-poster di dinding bahkan sampai properti-properti lainnya dirancang sedemikian rupa menyerupai Hongkong di waktu dulu. Aku juga menyempatkan mengambil foto bibi marionette, yang memainkan boneka marionette sambil berkeliling di komplek Old Hongkong.

Old Hongkong Town di Ocean Park
Cable Car salah satu sarana untuk mencapai puncaknya Ocean Park sambil menikmati pemandangan Hongkong. Tidak disarankan untuk yang takut dengan ketinggian. Karena waktu itu aku berkeliling sendiri di sana (tante-tanteku menyerah untuk beristirahat di bawah saja), akhirnya aku naik cable car bersama dengan satu keluarga kecil sesama turis. Selama perjalanan di atas, si Ibu sama sekali tidak berani menengok ke bawah dan setelah aku beranikan bertanya ternyata si Ibu takut ketinggian. Dan ia bersedia naik cable car demi menemani si anak yang masih balita (you are a great Mom indeed). Buat aku yang tidak ada masalah dengan ketinggian, pemandangan selama naik cable car merupakan pengalaman yang tak terlupakan. Walaupun cukup lama mengantri untuk bisa menaikinya, langsung terbayarkan begitu melihat pemandangan Hongkong yang menakjubkan.

"Cable Car" salah satu sarana transportasi di dalam Ocean Park
Pintu masuk roller coaster
The Flash, salah satu permainan yang menguji adrenalin
Ocean Park Tower setelah menaiki cable car ternyata masih ada wahana yang lebih asyik lagi untuk menikmati keindahan Hongkong dari ketinggian. 

Ocean Park Tower
Pemandangan yang indah dari atas Ocean Park Tower
Polar Adventure sarangnya binatang-binatang kutub yang ga mungkin ada di Indonesia. Di sini akhirnya salah satu cita-citaku tercapai, yaitu melihat pinguin hidup. Binatang kutub yang lucu ini, merupakan salah satu binatang idolaku dan yang asli ternyata lebih lucu lagi. Love u pinguin... (^<>^)

Binatang-binatang di Polar Adventure
Ocean Express sarana transportasi lainnya di Ocean Park. Tidak terasa waktu sudah mendekati waktu berkumpul, segera aku mengantri untuk menaiki Ocean Express buat kembali ke bagian depan Ocean Park seperti yang disarankan tour guide. Karena Ocean Express lebih cepat dan muatannya lebih banyak, tidak perlu mengantri lama aku pun tiba di dekat pintu masuk Ocean Park.

Ocean Express, sarana transportasi express dengan gaya steampunk di Ocean Park
Saatnya untuk berangkat dari Ocean Park, walaupun masih banyak sekali wahana yang belum berhasil aku naiki tapi perjalanan ke sini sangatlah menyenangkan. Dan semoga masih ada kesempatan untuk bisa ke sini lagi. Sampai jumpa Ocean Park... ^-^

Selasa, 02 Juli 2013

Cerita Kuliner Trip: 1 Day Hongkong City Tour part 2 - nuraisya blog

23 April 2013

Golden Bauhinia Square
Tujuan city tour kali ini adalah Golden Bauhinia Square yang terletak di pelataran Hongkong Convention and Exhibition Centre, North Wan Chai. Bauhinia sendiri merupakan salah satu jenis bunga dari rumpun anggrek yang merupakan lambang dari negara Hongkong, seperti yang tergambar di bendera negaranya. Bunga raksasa yang berlapis emas ini adalah simbol serah terima Hongkong dari tangan Inggris kembali ke pangkuan RRC. Jadi bisa dibilang merupakan salah satu ikon sejarah negeri ini. Sedangkan untuk Hongkong Convention and Exhibition Centre tidak bisa begitu dibahas di sesi ini karena kami tidak masuk ke dalamnya, hanya sebagai latar belakang di foto saja.

Mejeng di depan Golden Bauhinia dengan muka bantal akibat bangun kepagian (-.- zZ
foto oleh tanteku yang baik hati

Pemandangan di seberang Golden Bauhinia Square, karena masih pagi masih sedikit berselimut kabut
Sebagai buah tangan dari Golden Bauhinia, kami membeli miniatur Golden Bauhinia yang meriah lengkap dengan lagu pengiringnya. Yah, hitung-hitung bantu menghabiskan dagangan dari supir tour kami. Ternyata setelah pulang ke Indonesia, si "mini bauhinia" ini cukup sering dimainkan. Maklum orang-orang kurang hiburan hehehe....

 

Jumbo Floating Restaurant
Setelah dibawa berkeliling ke toko emas dan obat-obat tradisional, sesi berikutnya adalah saat yang paling dinanti-nanti yaitu makan siang (perut sudah nge-rap, bukan keroncongan lagi). Makan siang kali ini tidak tanggung-tanggung di atas kapal, tepatnya di Jumbo Floating Restaurant yang berlokasi di dalam Jumbo Kingdom, Aberdeen. Total ada 9 jenis masakan yang disajikan, mulai dari sup jagung sebagai hidangan pembuka, bebek panggang, udang mayonaise, babi asam manis dan hidangan-hidangan lainnya ditutup dengan buah-buahan. Porsinya pun melimpah ruah, sudah lezat banyak pula kurang apa lagi ayooo..... terutama udang mayonaise-nya (slurrpppp, duh jadi ngeces lagi kalau diingat :p). Yang pasti lumayan buat isi bensin full tank bekal berkeliling di tujuan city tour berikutnya, Ocean Park. Dengan jumlah hidangan dan porsi yang besar, makanan di meja kami pun masih banyak bersisa. Maunya sih minta bungkus tapi karena malu akhirnya niat itu pun terpaksa disimpan dalam hati.

Jumbo Kingdom di siang hari, diambil dalam perjalanan kapal menuju ke sana
Hidangan yang disajikan siang itu di Jumbo Floating Restaurant
Berhubung lapar dan langsung sibuk makan, semua foto diambil setelah selesai makan
Berpose di dalam Jumbo Kingdom (mumpung ada yang motoin, special thanks to my auntie)
Lagi-lagi mejeng di pelataran Jumbo Kingdom sambil tunggu perahu untuk menyeberang balik
Terlihat kan bedanya tampang yang sudah kenyang (lebih berseri-seri hehehe)
Sekian liputan kali ini, untuk tujuan berikutnya "Ocean Park" taman hiburannya Hongkong akan dibahas di liputan berikutnya. Sampai jumpa ^-^

Selasa, 25 Juni 2013

Cerita Kuliner Trip: 1 Day Hongkong City Tour part 1 - nuraisya blog

23 April 2013

Setelah sekian lama absen baru sempat menulis lanjutan dari trip Hongkong sebelumnya. Untuk hari kedua jalan-jalan di negara ini, diputuskan untuk mengambil paket 1 Day City Tour seharga HK$600 atau sekitar Rp.750.000 yang terdiri dari:
  • Repulse Bay Beach
  • Golden Bauhinia Square (Hongkong Convention and Exhibition Centre)
  • Kunjungan wajib kalau ikut tour (toko emas dan toko obat)
  • Makan siang di Jumbo Boat Restaurant
  • Ocean Park, model-model Dufan-nya Hongkong (sudah termasuk tiket masuk sekitar HK$252)
  • The Peak, kalau yang ini Puncak-nya Hongkong
  • Wax Museum Madame Tussauds  (sudah termasuk tiket masuk sekitar HK$190, optional)

Berhubung banyak sekali tempat yang kami datangi dalam 1 hari, review kali ini akan terbagi menjadi beberapa bagian. Dimulai dari Repulse Bay Beach, salah satu pantai dangkal di Hongkong yang letaknya di daerah permukiman orang-orang terkaya dan penting di Hongkong. Perlu dicatat city tour ini dimulai dari jam delapan pagi , karena itu saat kami tiba di sana cuaca masih bersahabat alias adem-adem gimana gitu dan masih sepi banget. Pokoknya pas banget buat yang lagi bergalau ria buat merenung di sini sambil menikmati pemandangan yang ciamik, menyusuri pantai yang sepi seorang diri (seperti salah satu peserta tour di hari itu, yang pasti bukan aku yang waktu itu sedang norak jepret sana-sini).

Suhu pantai saat kami tiba
Selain keindahan pantainya, di Repulse Bay juga terdapat Kuil Kwun Yam. Di kuil ini terdapat banyak patung dewa dan dewi, konon sebagian besar merupakan sumbangan dari orang-orang penting di Hongkong mulai dari pengusaha sampai dengan artis. Di antaranya ada Dewa Uang, Dewa untuk memohon punya anak, Dewa Jodoh dan masih banyak lagi. Aku juga sempat memohon kepada Dewa Uang supaya dilancarkan rezekinya, sesuai dengan cara yang diajarkan oleh tour guide kami yang fasih sekali berbahasa Indonesia (padahal asli orang RRC). Cukup dengan 1 lembar uang kertas terserah berapapun nilainya, katanya makin besar makin bagus yang diusapkan ke patung dan disimpan dalam kantung celana atau tas yang tertutup. Setelah itu tidak boleh mencuci tangan dulu sementara waktu (untung sudah pipis duluan waktu baru sampai tadi, kalau ga siap-siap meper ke orang terdekat hehehe...)

Berbagai patung dewa yang bersemayam di Kwun Yam Temple

Beberapa patung dewa di bagian yang menjorok ke pantai
Di antara patung-patung dewa di kuil tersebut, juga terdapat jembatan panjang umur (Longevity Bridge), konon setiap kita melewati jembatan ini umur kita akan bertambah panjang 1 tahun. Namun yang perlu dicatat jangan pernah berputar balik saat melewati jembatan ini atau salah arah dalam menyeberanginya. Bila kita ingin melewati berkali-kali harus memutar dulu lewat bawah baru naik jembatan kembali, begitu dan seterusnya.

Jembatan Panjang Umur
Sesudah puas berkeliling (bisa dibilang cuma sebentar kita mampir di sini, namanya juga tour) kami pun mengikuti rombongan kembali ke mobil untuk berangkat ke tempat wisata berikutnya. Sambil melalui pantai yang sudah mulai ada tanda-tanda aktivitas dengan orang berenang dan bersantai dan beberapa penjaga pantai yang sudah mulai bersiaga untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung pantai. Kamipun siap berangkat menuju Golden Bauhinia Square, sampai jumpa lagi di liputan Hongkong Trip yang berikutnya ^-^

Mas-mas lifeguard yang sudah mangkal di posnya

Senin, 20 Mei 2013

Cerita Kuliner Trip: Tian Tan Buddha, Hongkong - nuraisya blog

22 April 2013

Setelah selesai bersilaturahmi dengan sanak famili di Hongkong, akhirnya tiba saatnya untuk jalan-jalan. Untungnya cuaca selama sepekan di sana diramalkan akan cerah, walau sempat hujan terus seminggu sebelumnya. Tidak tanggung-tanggung tujuan pertama yang akan didatangi adalah Tian Tan Buddha atau yang lebih sering dikenal dengan the Big Buddha, yang berlokasi di Ngong Ping, Lantau Island, Hongkong. Dari Yuen Long (tempat kami menginap) naik bis ke Ngong Ping, dari sana ada 2 pilihan lanjut dengan bis atau cable car. Mengikuti guide kami, kakak sepupu (koko) ku yang baik sekali mengantar kami di hari itu, kami pun mengambil rute bis. Pastikan sebelum berangkat sudah sarapan terlebih dahulu, karena perjalanan cukup jauh. Setelah tiba di tujuan, kami langsung disuguhkan pemandangan yang luar biasa disertai angin yang sangat kencang dan menusuk (untung sudah siap sedia pakai jaket dan celana panjang). Ada makanan yang wajib dicoba di sini, yaitu telur pindang (telur ini direbus dengan obat-obatan herbal, untuk foto tidak tersedia karena sibuk makan ^-^). Disajikan hangat di dalam kantong kertas coklat dan disantap di tengah angin dingin, sungguh terasa nikmat.

Memasuki daerah pendakian, tersedia loket tiket dengan berbagai paket pilihan. Waktu itu kami memilih paket seharga HK$30 sekitar Rp 37.500 yang terdiri dari tiket masuk ke tempat penyimpanan relik Buddha (berlokasi di dalam patung Buddha) dan paket makan ekonomis di Po Lin Monastery. Sedangkan untuk mendaki ke atas tidak dipungut biaya alias gratis. Yak, saatnya untuk berjuang naik ke puncak!

Berfoto dulu dengan koko, sebelum berjuang naik
*foto diambilkan oleh tanteku
Foto Big Buddha dari bawah, terlihat tangga yang menjulang
tinggi untuk mencapai ke puncak
Konon katanya tangga untuk menuju ke puncak Big Buddha terdiri dari 240 anak tangga, walau belum bisa terbukti karena sibuk foto-foto sambil naik jadi lupa untuk menghitung anak tangga yang sudah dilewati. Koko sampai komentar kalau aku semangat sekali alias kayak cacing kepanasan (^-^') Akhirnya sampai juga di puncak, ternyata patungnya benar-benar besar. Pemandangan ke sekeliling pun terlihat menakjubkan. Setelah puas mengambil foto, kami masuk ke dalam Big Buddha dengan menunjukkan tiket yang sudah dibeli sebelumnya. Memasuki kawasan ini ada larangan untuk mengambil gambar / foto dengan media apapun, karena berisi koleksi manuskrip, lukisan kuno dan salah satu relik dari Sang Buddha. Setelah keluar kami pun langsung turun, dengan memanjatkan syukur terlebih dahulu kepada Sang Buddha karena telah diberikan kesempatan dan kekuatan bisa sampai di sana.

Foto Big Buddha dari dekat, terlihat sangat besar dan agung
Patung-patung dewa yang mengelilingi dasar patung Big Buddha, masing-masing memegang
simbol dari syarat-syarat yang dibutuhkan untuk mencapai nirvana
Beristirahat dan foto sejenak setelah tiba kembali di bawah
*foto oleh Koko Weiwei
Perjuangan turun tidak seberat perjuangan naik, tapi cukup memakan energi. Ditambah lagi dengan perut yang sudah berteriak minta diisi, semakin mempercepat laju perjalanan turun kami. Segera setelah beristirahat sejenak setibanya di bawah kami langsung menuju Po Lin Monastery untuk menebus kupon makanan dengan tiket tadi. Untuk masing-masing orang mendapatkan jatah 1 piring bihun goreng, 1 mangkuk kembang tahu, dan 2 jenis snack / roti / puding. Semua hidangan tersebut kami nikmati di taman terbuka. Entah karena lapar, letih, atau memang masakan yang memang lezat, tidak terasa dalam sekejap makanan tersebut langsung berpindah tempat ke dalam perut kami. Tapi menurut pendapat saya pribadi untuk ukuran masakan vegetarian, hidangan di sini termasuk lezat.

Berjalan menuju ke Po Lin Monastery
Salah satu toko suvenir di kawasan Po Lin Monastery
Hidangan paket ekonomis yang ditebus di Po Lin Monastery, semua merupakan hidangan vegetarian
Patung Dewi Guan Yin di depan Po Lin Monastery
Bunga teratai (lotus) tumbuh dengan subur di salah satu kolam
Sesudah bersantap ria dan meluruskan kaki sejenak, saatnya untuk melanjutkan perjalanan kami berkeliling Po Lin Monastery. Setelah puas berkeliling kami langsung menuju stasiun bis untuk pulang.
Bersambung ke perjalanan di Hongkong berikutnya, sampai jumpa (^-^)