Tampilkan postingan dengan label touristanbul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label touristanbul. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 November 2013

Cerita Kuliner Trip: Basilica Cistern & Museum Hagia Sophia, Touristanbul (part 3) - nuraisya blog

10 September 2013
Basilica Cistern
Selepas dari Sultan Ahmed Square kami segera digiring menuju ke pintu masuk Basilica Cistern, tempat penyimpanan air bawah tanah kota Istanbul. Seperti biasa si ganteng menjelaskan sekilas tentang objek wisata yang menakjubkan ini. Berawal dari sebuah basilica (gereja Katolik yang besar) di masa awal berdirinya, yang kemudian beralih fungsi menjadi istana, tempat penyimpanan air kota sampai dengan kini menjadi objek wisata. Nama lain Basilica Cistern dalam bahasa Turki sendiri berarti "Istana yang tenggelam". Tak heran pemandangannya sangatlah cantik, dengan pilar-pilar yang diterangi lampu sorot. Yang perlu dicatat mengambil foto di sini sangatlah susah, karena kondisi penerangan yang relatif gelap. Tapi pemandangannya sangat spektakuler, jadi merupakan salah satu objek wisata yang harus dikunjungi.

Setelah bersusah payah akhirnya dapat beberapa foto yang cukup layak untuk dipajang

Setelah selesai menjelaskan, si ganteng lagi-lagi memberikan waktu bebas untuk kita berkeliling. Ada beberapa sudut yang bisa dikunjungi di dalam Basilica Cistern ini, di ujung sekali terdapat pilar penyangga yang beralaskan kepala medusa dengan posisi yang tidak lazim. Dimana salah satu kepalanya diletakkan terbalik dan satunya lagi dalam posisi miring. Sedangkan di sudut lainnya agak lebih di tengah terdapat wishing pond, kita bisa melemparkan koin ke dalam air sambil memohon sesuatu. Yah, iseng keluarin uang receh buat wishing apa salahnya kan, kali-kali saja terkabul. Oiya, hati-hati sewaktu melempar koin ke dasar jangan sampai menimpuk ikan-ikan yang sedang berenang di dalamnya.



Museum Hagia Sophia
Saatnya kembali ke permukaan, setelah sempat silau sejenak kami segera dibawa menuju Museum Hagia Sophia yang berlokasi tidak jauh dari situ. Sebetulnya untuk masuk ke sini antriannya cukup lumayan, tapi karena kita tamu istimewa jadi si ganteng yang menguruskan semuanya untuk kami. Setelah tiket masuk di tangan, kami segera masuk dan kembali terpukau melihat struktur bangunan lawas yang masih kokoh sampai dengan detik ini. Semua itu tidak lepas dari usaha restorasi dan perawatan yang rajin dilakukan, seperti apa yang kami lihat hari itu. Yup, hari itu hampir separuh lantai dasar interior Museum Hagia Sophia tertutup dengan rangka-rangka besi yang menjulang sampai ke langit-langit. Sedih memang tapi yah apa mau dikata.

Tampak depan Museum Hagia Sophia
Apa sih keunikan dari Hagia Sophia? Berawal dari sebuah katedral, yang kemudian pada saat pendudukan Ottoman beralih fungsi menjadi sebuah masjid dengan beberapa penambahan fitur-fitur masjid pada bagian eksterior maupun interior. Sampai dengan beralih fungsi kembali menjadi sebuah museum di tahun 1935 sampai dengan sekarang, membuat bangunan ini memiliki perpaduan budaya yang beraneka ragam.

Mosaik Bunda Maria berkolaborasi dengan tulisan Arab di sepanjang dinding
Beberapa ornamen yang ditambahkan semasa bangunan ini berfungsi sebagai masjid

Beberapa penambahan yang dilakukan selama peralihan fungsi Hagia Sophia menjadi masjid, bisa dilihat pada tempat wudhu berwarna emas yang terdapat di pelataran depan, empat menara di sekeliling bangunan yang berfungsi untuk mengumandangkan adzan, tempat-tempat lilin yang bergantungan, mimbar dan beberapa ornamen lainnya.



Tanda mata dari Touristanbul, foto bareng ma si abang ganteng
Salah satu koleksi foto dari kamera Cecil, thanks yahhh
Setelah puas berkeliling di dalam Hagia Sophia, kami diberikan waktu bebas untuk berbelanja di sekitar situ. Sebelum akhirnya dibawa kembali ke Tamara Restaurant untuk makan siang (lagi-lagi gratis). Setelah bertanya-tanya tentang arah ke Grand Bazaar dan cara kembali ke airport, kami pun memutuskan untuk berpamitan dengan si abang seusai makan untuk melanjutkan sendiri tour kami di Istanbul hari itu (biar puas keliling dan belanja ceritanya) di review selanjutnya tentunya, soo byee for now ^-^

Kamis, 14 November 2013

Cerita Kuliner Trip: Masjid Sultan Ahmed & Hippodrome, Touristanbul (part 2) - nuraisya blog

10 September 2013
Masjid Sultan Ahmed
Setelah perut kenyang diisi, si ganteng pun menggiring kami menuju Masjid Sultan Ahmed atau yang lebih sering dikenal dengan Masjid Biru karena interior dan eksteriornya yang didominasi dengan warna biru. Penamaan Masjid Sultan Ahmed sendiri diambil dari nama Sultan Ahmed I, yang naik tahta pada usia 14 tahun sebagai Sultan Ottoman yang ke-14. Pada usianya yang ke-19 beliau menugaskan Sedefkar Mehmet Aga untuk membangun masjid yang megah ini. Dedikasi Sang Sultan sendiri terlihat dengan turut bekerja sebagai buruh saat pembangunan masjid tersebut, yang memakan waktu sekitar 7,5 tahun untuk rampung.

Masjid Sultan Ahmed dari kejauhan


Untuk bisa masuk ke masjid ini harus berpakaian sopan, untuk pria maupun wanita harus mengenakan bawahan melebihi lutut. Sedangkan untuk wanita harus menutupi bagian atas tubuh dan kepala, seperti gambar peringatan di atas. Tapi jangan khawatir tempat ini cukup bersahabat untuk para turis selain gratis biaya masuk, di pintu masuk juga disediakan kain penutup yang bisa dipinjam dan plastik untuk membawa alas kaki yang harus dilepas selama berada di dalam masjid. 

Masjid Sultan Ahmed memiliki 6 menara di sekelilingnya yang berfungsi untuk mengumandangkan adzan lima kali sehari ke berbagai penjuru, 1 kubah utama dan 8 kubah yang lebih kecil di sekelilingnya. Sedangkan untuk bagian interior dikelilingi oleh 4 pilar besar utama, dengan kapasitas muatan maksimal bisa mencapai sekitar 10.000 umat. Ditemani dengan lampu-lampu yang bertebaran di atasnya dan karpet yang khusus dibuat hanya untuk Masjid Sultan Ahmed, merupakan pemandangan yang luar biasa dan susah dilupakan.

Interior salah satu pilar dengan kaligrafi-nya
Interior kubah Masjid Biru
Lampu-lampu seperti bintang yang menaungi umat yang sedang memanjatkan doa di bawahnya
Karpet yang khusus dibuat dengan tangan melapisi lantai masjid

Hippodrome of Constantinople
Setelah puas berfoto-foto kilat di dalam Masjid Sultan Ahmed (kilat karena kami hanya diberikan waktu bernarsis ria sekitar 10 menit), kami pun digiring keluar dari pintu depan ke pelataran Sultan Ahmed. Pada zaman Romawi pelataran tersebut merupakan arena olah raga dan tempat perkumpulan. Hippodrome sendiri berasal dari bahasa Yunani, hippos (kuda) dan dromos (jalur) yang bisa diartikan pacuan kuda yang memang populer di masa itu. Setelah di-ekskavasi sekitar tahun 1950-1951 sampai dengan sekarang Hippodrome sudah menjadi salah satu tempat publik di Istanbul dan kini lebih dikenal dengan nama Sultan Ahmet Square. Beberapa peninggalan yang masih bisa dilihat adalah Serpent Column, Obelisk Theodosius, Walled Obelisk, Patung-Patung Porphyrios. Lagi-lagi kami diberikan waktu sekitar 10 menit untuk bernarsis ria di sini. Selesai puas foto-foto saatnya untuk lanjut ke tempat wisata selanjutnya, di review selanjutnya pula... elveda ^-^

Obelisk Theodosius
Mejeng bersama Leny di depan Serpent Column
Salah satu mural di Sultan Ahmed Square

Kamis, 24 Oktober 2013

Cerita Kuliner Trip: Tour Gratis dari Turkish Airlines, Touristanbul (part 1) - nuraisya blog

Touristanbul adalah fasilitas tour keliling Istanbul gratis yang tersedia untuk semua penumpang transit penerbangan internasional Turkish Airlines (tidak sepenuhnya gratis sih, tetap harus bermodal 25 USD untuk bayar visa Turki). Yah, hitung-hitung daripada bosan menunggu di airport bukannya lebih baik berkeliling melihat keindahan kota Istanbul. Okay, saatnya daftar ke loket Touristanbul di dekat Starbucks, masih berlokasi dalam Ataturk Airport, Istanbul. Setelah tanya sana-sini akhirnya ketemu juga lokasi loketnya, tersedia 3 pilihan waktu yang berbeda dengan tujuan yang sedikit berbeda setiap harinya. Karena kami berada di Istanbul pada hari Selasa, maka jadwal tour hari itu adalah:
  • Berangkat dari Ataturk Airport
  • Sarapan
  • Blue Mosque
  • Hippodrome (Sultan Ahmed Square)
  • German Fountain
  • Serpentine Column
  • Obelisk of Thedosius
  • Basilica Cistern
  • Hagia Sophia Museum
  • Makan Siang
  • Spice Bazaar dan New Mosque
  • Kembali ke Ataturk Airport
Sayangnya Topkapi Palace tutup pada hari Selasa sehingga tidak termasuk di jadwal kami hari itu, tapi namanya gratis tetap harus disyukuri. Cukup menunggu sebentar sambil cuci mata di Starbucks, akhirnya kami pun dipanggil untuk mengikuti si tour guide yang beda tipis dengan aktor ganteng Hollywood, Jude Law. Tidak menunggu lebih lama lagi kami langsung berangkat meluncur ke pusat kota Istanbul.
    Perjalanan dari Ataturk ke pusat kota Istanbul
    World Trade Center Istanbul
    Pelabuhan yang kami lewati, saat itu mulai gerimis (mulai berdoa supaya cerah)
    Burung-burung camar memenuhi atap-atap rumah di seberang pelabuhan
    Dan setelah perjalanan yang cukup panjang akhirnya kami tiba di tujuan untuk sarapan, tepatnya di Tamara Restaurant & Cafe, yang berlokasi dekat dengan Masjid Sultan Ahmed. Kala itu kami disuguhi dengan roti, teh Turki, telur rebus, bermacam selai, keju dan teman makan roti lainnya. Dan tentunya sarapan ini juga gratis termasuk dalam paket Touristanbul.

    Sarapan dari Tamara Restaurant & Cafe
    Teh Turki, sedikit lebih pahit daripada teh di Indonesia
    Untuk makan siang sekalian saja dibahas di review kali ini karena kebetulan masih disediakan oleh Tamara Restaurant & Cafe. Untuk makan siang kali ini lebih masuk ke lidah karena lebih bernuansa Asia, dengan hidangan pembuka sup serta salad (sebagai catatan salad di Turki cenderung asam, jadi buat yang punya masalah pencernaan atau lambung sebaiknya dihindari). Yang kemudian disusul dengan hidangan utama nasi kari dan kebab (kalau yang ini recommended banget, uenakk). Selain hidangannya yang lezat salah satu kelebihan dari restoran ini adalah bisa menikmati pemandangan dari Masjid Sultan Ahmed, dengan catatan kita mengambil tempat duduk di balkon lantai atas restoran. Untuk tempat-tempat wisata Touristanbul lainnya akan dibahas di review selanjutnya, so sampai ketemu lagi ^-^

    Sup sebagai hidangan pembuka
    Nasi Kebab, hidangan utama siang itu
    Aneka menu lainnya dari Tamara Restaurant & Cafe