Tampilkan postingan dengan label West Java. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label West Java. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Mei 2015

Cerita Kuliner Trip: Doyan Dodol? Mari Merapat ke Garut - nuraisya blog

Trip kali ini ga jauh-jauh dari negeri sendiri masih seputar Jawa Barat yaitu Garut. Sebetulnya si jalan-jalannya sudah dari beberapa bulan yang lalu, cuma baru sempat nulis sekarang. Untuk kemudahan selama di sana kami memilih untuk berkendara sendiri. Selain itu dengan membawa mobil sendiri perjalanan yang cukup jauh pun tidak terasa terlalu melelahkan karena lebih nyaman. Urusan bensin juga tidak perlu khawatir kalau menggunakan mobil yang sudah menggunakan teknologi LCGC seperti Toyota Agya yang sudah pasti irit.

Tampak luar yang sporty dan chic, cocok buat cewek atau cowok
Tempat duduk yang luas, sehingga nyaman sekalipun berkendara jauh
Ruang bagasi yang cukup luas, nolong banget kalau plesir pulang-pulang tas nya beranak dengan oleh-oleh hehehe
Yang pasti Agya bisa mengantar kita untuk kemana saja dengan nyaman dan ekonomis, belum lagi harganya yang sangat terjangkau dengan kualitas yang tidak kalah ciamik dengan mobil-mobil yang jauh lebih mahal. Oops jadi keterusan bahas Agya. Yuk, intip sebentar tempat-tempat yang kita berhasil jelajahi selama di Garut.

Nasi Liwet Pa Asep Strobery
Yang satu ini tempat makan yang cukup terkenal di Garut. Tempatnya luas sekali selain ada danau kecil tempat kita bisa bersampan ria, flying fox, taman bermain anak-anak, arena berbecak mini, dan juga rumah berbentuk stroberi yang unik. Unik karena selain berfungsi sebagai tempat makan juga dilengkapi terowongan-terowongan kecil di bawahnya. Seru kali ya kalau bawa anak kecil makan di sini kebayang mereka berseliweran di dalam terowongan sambil dikejar orang tuanya untuk disuapi. Makanannya pun termasuk ekonomis untuk porsi yang cukup nendang buat kami yang siang itu sudah kelaparan.

Rumah stroberi dengan pintu masuk biasa dan versi terowongan
Bagian dalam rumah stroberi
Buat yang mau nyobain naik sampan
Nasi liwet lengkap dengan ayam dnn bebek goreng beserta pernak-perniknya. Catatan nasi di dalam panci ternyata banyak kalau pesan jangan berlebihan takut tidak habis.
Tempat cuci tangan, sempat terpikir ikan-ikan di bawahnya sudah kebal air sabun donk ya

Kebun Mawar Situhapa
Lanjut ke tujuan wisata berikutnya, eh sebetulnya bukan cuma tempat wisata saja sih. Kebun Mawar ini merupakan hotel yang dikelilingi oleh kebun dengan beraneka ragam tanaman terutama mawar. Hotel ini berupa bungalow-bungalow kecil yang agak terpisah-pisah sehingga nyaman banget selain udara yang segar privasi pun lebih terjaga. Cocok buat yang lagi cari ilham buat menulis sambil menikmati keindahan, pasangan yang sedang bulan madu, atau liburan keluarga. Selain kebun yang luas dan taman yang cantik, ada juga rumah pohon dan maze. Yang pasti kami sangat menikmati keseluruhan waktu tinggal kami di sini.

Gerbang yang memisahkan lobby hotel dan taman beserta tempat hunian
Setiap sudut terlihat cantik, perjalanan menuju kamar kami tidak terkecuali
Air mancur kecil turut menghiasi taman di Kebun Mawar
Pemandangan dari kamar kami
Bunga mawar di salah satu kebun pembibitan
Salah satu bunga yang unik, seperti sisik naga
Mawar ungu, jadi inget Topeng Kaca hehehe

Chocodot
Lanjut ke tujuan berikutnya yaitu berburu oleh-oleh. Kalau orang dengar kata Garut pasti langsung nyambung dengan dodol. Yup, mentang-mentang lagi di sana langsung sibuk beburu dodol beraneka rasa. Dari sekian banyak varian rasa yang paling aku suka sih dodol rasa jagung. Selain dodol oleh-oleh berikutnya yang kita buru adalah Chocodot. Walaupun sekarang sudah mulai ditemukan dijual di beberapa mini market di Jakarta. Ga ada salahnya tetap mampir dari sekian banyak toko kita memilih mampir ke toko yang ada payung emas bergaya Bali di depannya. Karena di sepanjang jalan bertebaran spanduk toko yang menjual Chocodot, yang satu ini menurut kami yang paling lengkap. Mulai dari coklat rasa dodol, rasa gula asam, coklat mutiara, coklat enteng jodoh (serius beneran ada di sini...) Selesai borong coklat saatnya lanjut ke Darajat buat berendam air panas.

Pemandangan toko Chocodot

Darajat Pass
Mirip-mirip Puncak tapi bedanya di sini banyak sekali pemandian dan kolam air panas alami. Semakin mendekati puncak ada beberapa tempat pemandian yang bisa kita pilih. Kami memilih pemandian yang kedua karena di tempat pertama sangat ramai. Ternyata tidak jauh berbeda, namanya juga liburan pasti penuh orang. Setelah letih perjalanan ternyata berendam di kolam air panas enak sekali, semua otot yang tegang dan kaku langsung hilang. Cuma berganti dengan perut yang lapar karena sudah masuk jam makan siang.

Darajat Pass, kolam pemandian yang paling pertama kami temui saat menaiki Darajat

Mulih Desa
Tempat makan unik lainnya di Garut, Mulih Desa. Di sini kita bisa rasain yang namanya makan di tengah-tengah sawah dan danau teratai. Makan di sini sembari menikmati kehijauan serasa benar-benar kembali ke desa. Nyeruput teh manih hangat sambil menyantap ayam bakar dan sayur asem yang lezat pokoknya mantap.

Nyawah yokkk
Nasi timbel komplit

Candi Cangkuang
Akhirnya ke tempat bersejarah juga, kami memilih Candi Cangkuang sebagai penutup karena searah dengan perjalanan kami meninggalkan Garut. Terletak di sebuah pulau kecil di tengah Danau Cangkuang. Jadi kita harus menaiki rakit untuk menuju ke sana. Sembari menuju sana kita bisa lihat para nelayan beraksi beserta pemandangan pegunungan yang memang mengelilingi lokasi candi ini.

Inilah penampakan rakit yang akan menyeberangkan kami
Para nelayan beraksi dengan latar pegunungan
Candi Cangkuang terletak persis di sebelah makam seorang pemuka agama Islam Embah Dalem Arief Muhammad yang konon merupakan leluhur penduduk Desa Cangkuang. Selain itu candi ini merupakan satu-satunya candi Hindu di Tatar Sunda. Dari penjelasan penjaga museum di samping candi, ketika menggali makam ditemukan puing reruntuhan candi yang akhirnya disusun kembali hingga seperti sekarang. Lebih ke dalam lagi terletak pemakaman penduduk desa.

Candi Cangkuang yang kini sudah megah berdiri kembali
Bicara tentang desa, di pulau kecil ini terdapat desa yang dibatasi jumlah keluarga nya bernama Kampung Pulo. Desa ini hanya boleh dihuni oleh enam keluarga, oleh karena itu hanya ada 7 bangunan di sini. Enam untuk hunian masing-masing keluarga dan satu bangunan Masjid. Selain itu ada larangan memelihara binatang berkaki empat, dan keturunan yang bisa tetap tinggal di desa tersebut adalah keturunan perempuan karena yang pria harus pergi meninggalkan desa.

Kampung Mulih, ini rumah dengan penghuni desa sungguhan loh
Oleh-oleh foto dari salah satu hotel terkenal di Garut. Ada yang bisa tebak dimana ini?
Yak, berakhir sudah perjalanan kami di Garut. Memang masih banyak tempat wisata cantik dan menarik yang belum sempat kami kunjungi karena keterbatasan waktu seperti pantai dan curug. Tapi kami menikmati perjalanan kami kali ini. Karena berjalan bersama teman-teman ke tempat baru selalu menyenangkan, sampai jumpa di lain waktu. Byee ^.^

Sabtu, 11 Mei 2013

Cerita Kuliner Trip: Taman Bunga Nusantara, Cipanas - nuraisya blog

Dotto Trains
6 April 2013

Masih di bulan April, kali ini giliran jalan-jalan ke daerah Puncak yaitu Taman Bunga Nusantara. Walaupun taman ini sudah diresmikan sejak tahun 1995 dan sudah sekian lama pulang pergi ke Puncak, baru kali ini kesampain untuk bisa menginjakkan kaki ke sana. Ide ini pun tercetus dadakan saat jalan-jalan bersama teman-teman kantor diputuskan untuk menginap di salah satu villa di Cimacan. Akhirnya pagi itu kloter pertama (yang ingin ke Taman Bunga dulu) pun berangkat ke sana beranggotakan aku, Indra, Vika, Enik, Hendra, Teddy, Patra, Sofyan dan Maldi.

Berlokasi di Jl.Mariwati KM 7, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Indonesia. Ada beberapa pilihan rute yang dapat ditempuh untuk menuju ke sana, kebetulan kemarin kami mengambil rute masuk yang paling depan (setelah melewati Jembatan Ciloto belok ke kiri). Setibanya di sana cuaca waktu itu gerimis, sehingga kami memutuskan untuk mengambil paket tiket masuk + tiket naik "Dotto Trains" (hitung-hitung berteduh di dalam Dotto sambil menikmati pemandangan taman). 

Berikut harga tiket Taman Bunga Nusantara:
  • Rp.25.000,- untuk tiket masuk saja
  • Rp.30.000,- untuk paket tiket masuk + tranportasi Dotto Trains / Garden Tram (keliling taman)
  • Rp. 4.000,- untuk tambahan naik Mobil Wira-Wiri
Untuk jam operasional:
  • 8.00 sd 17.00 pada hari kerja
  • 8.00 sd 17.30 pada akhir pekan dan hari libur
Kesan pertama yang didapat saat berkeliling taman dengan Dotto adalah "Waaawwww" (alias norak), ga nyangka ternyata di tempat yang agak tersembunyi di daerah Cipanas ini tersimpan sebuah tempat wisata yang menurut aku cukup pantas untuk masuk skala internasional. Setelah cukup lama terpukau tak terasa Dotto sudah hampir menyelesaikan satu putaran mengelilingi taman, dan langit pun sudah kembali cerah. Akhirnya kami turun di perhentian terdekat, supaya bisa menikmati keindahan taman dengan berjalan kaki (biar bisa sambil narsis ria menclok kanan kiri ^-^). Sayang dikarenakan sudah ada janji untuk makan siang di villa sehingga waktu berkeliling pun otomatis jadi singkat, hanya bisa mengunjungi French Garden, Japanese Garden, Dutch Green House, Water Garden, melihat Clock Garden, melewati Rose Garden, Swan Lake, Labyrinth Garden, Musical Fountain. Untuk Palm Garden, American Garden, Mediterranean Garden, Balinese Garden dan Observation Tower harus direlakan untuk kunjungan berikutnya. Selain fasilitas di atas, sebetulnya taman ini juga menyediakan tempat bermain untuk keluarga seperti ATV, Super Go-kart dan masih banyak lagi.

Pemandangan dekat pintu masuk Taman Bunga Nusantara
Aku sedang bergaya di depan Clock Garden
*foto oleh Indra*
Brontosaurus raksasa dari tanaman
Dari ki-ka: Maldi, Sofyan, Indra, Patra
Berpose di setiap sudut yang dilewati (Enik, Vika, aku)
*foto oleh Indra*
Dari sekian banyak tempat yang bisa dikunjungi, taman bergaya Perancis (French Garden) inilah yang paling ramai buat ajang bernarsis ria. Mulai dari yang khusus pakai model buat bergaya di depan kamera. Sampai yang model dan fotografer gadungan seperti kita-kita ini ^-^ begitu sampai di sini langsung sibuk mengeluarkan smartphone dan kamera masing-masing. Padahal beberapa saat sebelumnya yang sibuk jeprat-jepret cuma aku dan Mas Hendra. Yang pasti aku syukur banget ada Mas Hendra saat itu, lumayan buat bantu ambil foto bersama.

Sibuk berfoto ria di French Garden
Bergaya bersama di French Garden
Dari ki-ka: Sofyan, Vika, Mas Hendra, Teddy, Patra, Maldi, Enik, Indra, aku
*foto diset oleh Mas Hendra*
Water Garden
Patung Dewi Kunti di tengah danau
Menuju Dutch Green House (Mas Hendra terlihat girang sekali ^-^)
Berbagai koleksi bunga di Taman Bunga Nusantara
Ajang narsis berikutnya di kunjungan kami hari itu adalah Japanese Garden, yang ditata sedemikian rupa hingga menyerupai tampilan kebun-kebun pelataran rumah kuno di Jepang. Mulai dari pancuran bambu di kolam kecil, jembatan kayu di atas danau kecilnya, sampai beberapa bangunan rumah kecil ala Jepang.
Gerbang Masuk Japanese Garden
Lagi-lagi mejeng (aku lagi kumat narsisnya,  maklum biasanya di belakang kamera)
Thanks ya Ndra, sudah mau motoin
Mas Hendra iseng ngambil behind the scene-nya, alhasil jadi mirip foto Pre Wed :p
Yak, sampai di sini liputan mengenai Taman Bunga Nusantara, semoga akan ada kunjungan berikutnya. Karena aku akui perjalanan hari itu sangat menyenangkan, jadi buat yang bingung akhir pekan mau kemana tempat ini boleh menjadi salah satu alternatif pilihan wisata kalian. Untuk info lebih lengkap silakan kunjungi situs Taman Bunga Nusantara. Sampai jumpa di liputan berikutnya (^-^)

Sabtu, 01 September 2012

Cerita Kuliner A short trip to Ciater - nuraisya blog

Akhir pekan kemarin, aku dan beberapa teman pergi berlibur ke Ciater, Jawa Barat, Indonesia. Judulnya sih wisata malam karena memang tidak ada rencana menginap sama sekali. Berangkat menjelang tengah malam dan tiba di lokasi pada dini hari. Tujuan utamanya pemandian air panas yang sudah cukup terkenal, Sari Ater. Selain ke sana, sempat singgah di beberapa perkebunan teh di sekitar untuk mengambil beberapa foto. Berikut adalah beberapa foto yang sempat diambil selama di sana.

Last weekend me and my friends took a short trip to Ciater, West Java, Indonesia. We departed at almost midnight and arrived there at dawn. Our destination is a well known hot spring, Sari Ater. We also go to the tea garden around the spot and found a good spot to take photos. Below a few shots taken there.

 

Dari kiri ke kanan: Aku dan temanku di salah satu kebun teh, Seorang bocah hendak berendam di pemandian air panas Sari Ater
From left to right: Me and my friend at a tea garden, A boy is going to dip in a hot spring at Sari Ater